BISNISQUICK.COM – JAKARTA, 19 Januari 2026 – Bisnis ekspor binatang hidup dan komoditas hewan dari Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan, seiring meningkatnya permintaan di pasar internasional serta dukungan pemerintah untuk memperkuat sektor ini.
Salah satu subsektor yang menjadi sorotan adalah ekspor ikan hidup. Baru-baru ini, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Ambon melayani pengiriman ekspor 9 ton ikan hidup dari Maluku ke Hong Kong, dengan nilai mencapai sekitar US$166.232. Komoditas yang dikirim mencakup berbagai jenis ikan kerapu seperti kerapu sunu dan kerapu macan. Upaya ini menunjukkan bahwa pasar ekspor ikan hidup semakin terbuka lebar bagi pelaku usaha Indonesia.
Selain itu, potensi ikan hias Indonesia juga dilihat sangat besar di kancah global. Indonesia secara historis mengekspor berbagai ikan hias ke negara tujuan seperti Jepang, Hong Kong, Amerika Serikat, Vietnam, dan Tiongkok. Beberapa jenis ikan yang diekspor termasuk arwana, cupang, dan ikan hias lain yang permintaannya terus meningkat, terutama di pasar Asia dan Amerika.
Dukungan pemerintah terhadap sektor hewan hidup tidak hanya terlihat pada perikanan. Kebijakan terkait impor dan ekspor ternak juga berubah untuk mendukung alur bisnis global. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan impor sapi hidup dari Australia, Brasil, dan Selandia Baru sebagai bagian dari upaya untuk menjamin ketersediaan hewan ternak serta memperkuat rantai pasok.
Selain itu, pemerintah juga telah menghapus kuota impor sapi hidup untuk memperkuat ketahanan pangan dan membantu pertumbuhan industri peternakan dalam negeri, sebuah langkah yang dipandang membuka peluang kolaborasi bisnis antara pelaku usaha lokal dan pasar global.
Permintaan pasar global terhadap ekspor hewan hidup ini terlihat dari statistik perdagangan internasional. Misalnya, Australia mencatat volume ekspor sapi hidup terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan Indonesia menjadi salah satu tujuan utama ekspor tersebut. Pada tahun 2025, sekitar 583.418 ekor sapi diekspor ke Indonesia, menunjukkan tingginya permintaan pasar domestik terhadap komoditas hidup yang berasal dari mitra dagang luar negeri.
Tantangan dan Peluang
Meski begitu, peluang bisnis ekspor binatang hidup tidak terlepas dari tantangan. Aspek seperti standar kesehatan hewan, regulasi karantina internasional, serta logistik pengiriman harus dipenuhi untuk memastikan produk ekspor diterima pasar global. Selain itu, penyesuaian kebijakan perdagangan dan perubahan permintaan konsumen juga menjadi faktor yang memengaruhi dinamika bisnis ini.
Para pelaku usaha dan pemerintah sama-sama didorong untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, kualitas hewan, serta pemenuhan standar internasional agar eksportir Indonesia dapat bersaing lebih kuat di pasar dunia.
Dengan kombinasi permintaan global yang tinggi, dukungan kebijakan, dan sumber daya alam yang melimpah, prospek bisnis binatang untuk ekspor Indonesia diprediksi tetap kuat dalam beberapa tahun mendatang. Sektor ini semakin menarik bagi investor dan pengusaha yang ingin mengembangkan usaha berbasis ekspor di tingkat global. (PNB)



