BISNISQUICK.COM – New York – Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan awal pekan seiring meningkatnya arus dana investor ke aset perlindungan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak pasar keuangan internasional.
Berdasarkan laporan Reuters dan Financial Times harga emas spot menembus level psikologis di atas 5.000 dolar Amerika Serikat per troy ounce pada perdagangan Senin yang menjadi capaian tertinggi sejak emas diperdagangkan di pasar global modern.
Kenaikan harga emas terjadi bersamaan dengan melemahnya dolar Amerika Serikat serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi dan fiskal Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan. Situasi tersebut mendorong pelaku pasar global mengalihkan aset mereka ke instrumen yang dinilai lebih aman dan stabil.
Ole Hansen selaku Head of Commodity Strategy di Saxo Bank mengatakan kepada Reuters bahwa emas kembali menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai utama ketika pasar mata uang mengalami tekanan dan ketidakpastian kebijakan meningkat. Menurutnya lonjakan harga emas mencerminkan keresahan investor global terhadap risiko sistemik yang belum sepenuhnya mereda.
Sementara itu David Morrison analis senior pasar dari Trade Nation yang dikutip Financial Times menyebut bahwa volatilitas nilai tukar khususnya terkait penguatan yen Jepang dan spekulasi intervensi pasar valuta asing ikut mempercepat arus masuk dana ke emas. Ia menilai emas saat ini menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai aset di tengah ketidakstabilan pasar keuangan.
Dari sisi geopolitik ketegangan yang terus berlangsung di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah turut memperkuat permintaan emas secara global. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan investor institusional maupun individu terhadap aset yang dianggap mampu bertahan dalam situasi krisis.
Reuters melaporkan bahwa selama ketidakpastian global masih tinggi dan dolar Amerika Serikat berada dalam tekanan permintaan terhadap emas diperkirakan tetap kuat dalam jangka menengah hingga panjang. Financial Times juga mencatat bahwa rekor baru harga emas ini berpotensi mengubah peta investasi global terutama di sektor komoditas dan pasar keuangan internasional. (ESC)



