BISNISQUICK.COM – JAKARTA, 28 JANUARI 2026 – Pemerintah memastikan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan nasional tetap berada dalam kondisi terjaga sepanjang triwulan IV tahun 2025. Stabilitas tersebut didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang kuat antarotoritas di bawah payung Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menegaskan komitmen untuk terus mencermati perkembangan perekonomian nasional dan global secara menyeluruh dan berorientasi ke depan (forward looking).
KSSK menilai sinergi kebijakan fiskal, moneter, makroprudensial, serta sektor jasa keuangan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, koordinasi lintas lembaga dinilai efektif dalam menjaga kepercayaan pasar dan pelaku usaha.
Memasuki Januari 2026, volatilitas pasar keuangan global sempat meningkat. Tekanan tersebut terutama dipicu oleh ketegangan perdagangan internasional dan dinamika geopolitik yang masih berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Meski demikian, KSSK menilai dampak rambatan terhadap perekonomian domestik masih dapat dikelola dengan baik.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dan mampu menjaga momentum positif. Aktivitas ekonomi domestik, konsumsi rumah tangga, serta kinerja sektor keuangan dinilai tetap solid, sehingga menjadi penyangga utama di tengah risiko global yang meningkat.
KSSK menegaskan akan terus melakukan asesmen risiko secara berkala serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang terkoordinasi guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi kebijakan akan terus diperkuat agar perekonomian Indonesia tetap resilien menghadapi ketidakpastian global sepanjang 2026. (VNZ)



