Umum

RSI Mendekati Oversold, Arah Bitcoin Masih Diuji di Tengah Tekanan Pasar

305
×

RSI Mendekati Oversold, Arah Bitcoin Masih Diuji di Tengah Tekanan Pasar

Share this article

BISNISQUICK.COM – Jakarta, 5 Februari 2026 — Harga Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar dunia, kembali mengalami tekanan turun dalam beberapa hari terakhir akibat kombinasi sentimen pasar yang memburuk, pergeseran perilaku investor besar (whales), serta tekanan makroekonomi yang menciptakan kondisi pasar yang lebih berhati-hati. Data terbaru menunjukkan bahwa turunnya harga Bitcoin bukan hanya koreksi teknikal semata, tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor struktur pasar yang saling terkait.

Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir mencerminkan gelombang tekanan jual yang kuat di pasar kripto global. Menurut laporan, aset ini telah mengalami penurunan tajam dari level tertinggi beberapa minggu lalu, memicu likuidasi besar-besaran dan memaksa banyak trader—terutama yang menggunakan leverage tinggi—keluar dari posisi mereka. Dampaknya terlihat jelas pada likuidasi senilai miliaran dolar yang terjadi, menggambarkan fragilitas kondisi pasar saat ini.

Salah satu indikator psikologis pasar, Crypto Fear & Greed Index, telah mencatat pergeseran ke wilayah fear atau ketakutan investor, yang menandakan dominasi sentimen negatif dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Ketika sentimen jatuh ke level rendah tersebut, trader cenderung mengurangi eksposur dan menahan aset mereka, memperkuat tekanan harga ke bawah. Penurunan indeks ini biasanya mengindikasikan bahwa pasar sedang mencari level support baru atau memasuki fase konsolidasi sebelum potensi rebound.

Aktivitas whale, yang merupakan alamat dompet besar dengan jumlah Bitcoin signifikan, juga turut memengaruhi dinamika harga. Meskipun beberapa data on-chain menunjukkan akumulasi oleh whale, laporan terbaru menyatakan bahwa akumulasi tersebut tidak mampu membalikkan arus tekanan jual secara keseluruhan, karena likuiditas di bursa semakin menipis dan dominasi penjualan masih kuat. Artinya, meskipun whale tampak memiliki niat untuk memanfaatkan harga rendah, kekuatan pasar yang turun saat ini lebih dominan.

See also  Luhut Buka Suara Soal Izin Bandara IMIP Morowali Khusus Domestik.

Tinjauan lain menunjukkan bahwa lalu lintas whale inflows ke bursa terpantau menurun secara drastis dalam beberapa minggu terakhir, mengindikasikan bahwa tekanan jual dari pihak besar mungkin sudah mulai mereda. Hal ini tidak serta-merta memicu kenaikan harga, tetapi mencerminkan perubahan perilaku besar pelaku pasar yang kini memilih meminimalkan aktivitas jual secara langsung di bursa.

Di samping itu, beberapa analis pasar mencatat bahwa kripto pasar secara keseluruhan masih berada di bawah tekanan dari arus keluar modal dan sentimen risiko yang meningkat di berbagai kelas aset, termasuk saham dan komoditas. Ketika investor global menghadapi ketidakpastian makroekonomi dan kebijakan moneter yang ketat, permintaan terhadap aset risiko seperti Bitcoin cenderung melemah, yang turut mendorong harga lebih rendah.

Namun, meskipun saat ini dominan adalah tekanan jual, ada beberapa sinyal teknikal awal yang menunjukkan kemungkinan konsolidasi atau bahkan rebound jangka pendek, terutama jika sentimen pasar kembali membaik atau terjadi katalis positif seperti peningkatan permintaan institusional atau regulasi yang lebih jelas yang meningkatkan kepercayaan investor.

Secara keseluruhan, turunnya harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir merupakan hasil dari interaksi antara sentimen pasar yang negatif, aktivitas whale yang beragam, dan kondisi likuiditas yang menantang. Para pelaku pasar kini berada pada fase evaluasi ulang arah jangka menengah, di mana investor institusional dan ritel sama-sama memantau level support sentral untuk menentukan langkah selanjutnya dalam strategi investasi mereka. (WQJ)