Ekonomi

Peluang Trading Hari Ini: Tiga Sektor Unggulan dengan Target Harga Menjanjikan

397
×

Peluang Trading Hari Ini: Tiga Sektor Unggulan dengan Target Harga Menjanjikan

Share this article

BISNISQUICK.COMJAKARTA, 14 JULI 2026 – Optimisme terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berlanjut pada perdagangan Selasa (14/7). Sejumlah analis menilai momentum penguatan pasar membuka peluang bagi investor jangka pendek untuk mencermati sejumlah saham dari sektor energi, perbankan, hingga konsumer yang dinilai memiliki prospek teknikal positif.

Analis menyebut penguatan IHSG ditopang oleh membaiknya sentimen domestik setelah Indonesia kembali mempertahankan peringkat investment grade, disertai meningkatnya minat beli pada saham-saham berkapitalisasi besar. Kondisi tersebut dinilai dapat menjaga momentum penguatan indeks dalam jangka pendek.

Berdasarkan riset harian Ajaib Sekuritas, terdapat tiga saham yang menarik dicermati untuk strategi trading, yakni AKRA, ESSA, dan MEDC.

Untuk saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), analis merekomendasikan area beli di sekitar Rp1.320 dengan target harga Rp1.370 dan batas stop loss di Rp1.290. Emiten distribusi energi dan logistik tersebut dinilai masih memiliki peluang melanjutkan tren penguatan apabila mampu bertahan di atas level support terdekat.

Sementara itu, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dinilai menarik setelah menunjukkan peluang rebound. Area beli direkomendasikan di kisaran Rp545 dengan target harga Rp570, sedangkan stop loss berada di Rp510. Pergerakan ESSA diperkirakan masih didukung sentimen positif dari sektor energi dan petrokimia.

Adapun saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga masuk dalam daftar pilihan. Analis merekomendasikan pembelian di sekitar Rp1.175 dengan target harga Rp1.220 dan stop loss di Rp1.130. Kinerja sektor energi yang masih solid dinilai menjadi salah satu katalis utama bagi saham tersebut.

Meski prospek pasar dinilai membaik, analis tetap mengingatkan investor agar menerapkan manajemen risiko secara disiplin. Target keuntungan maupun batas kerugian (stop loss) perlu dijadikan acuan mengingat volatilitas pasar masih dipengaruhi perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, serta arus dana investor asing.

See also  Net Sell Asing Masih Terjadi, Analis Nilai Investor Global Masih Selektif di Pasar Indonesia

Di sisi lain, sejumlah analis juga menyarankan investor untuk tetap fokus pada saham-saham berfundamental kuat yang memiliki likuiditas tinggi, terutama di sektor perbankan, energi, infrastruktur, dan komoditas, yang diperkirakan masih menjadi motor penggerak IHSG dalam beberapa waktu ke depan. (ETM)