BISNISQUICK.COM – JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Pelaku pasar cenderung meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya risiko domestik dan agenda aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI.
Pada perdagangan Rabu (26/8), IHSG ditutup melemah 1,48 persen atau 95,98 poin ke level 6.405,69. Penurunan tersebut membawa indeks kembali mendekati level psikologis 6.400.
Analis Phintraco Sekuritas menilai meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko domestik menjadi salah satu faktor yang membebani pasar saham. Pelemahan nilai tukar rupiah juga turut memberikan tekanan terhadap sentimen pasar.
Dari sisi teknikal, IHSG kembali menguji area support psikologis di level 6.400. Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan histogram di area positif, meski indikator Stochastic mulai bergerak turun dari zona overbought.
Berdasarkan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.350 hingga 6.450 pada perdagangan Kamis.
Investor Pilih Wait and See
Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh sikap investor yang cenderung menunggu perkembangan situasi domestik, terutama menjelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung di sekitar kompleks DPR RI.
Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai aksi tersebut berpotensi membuat sebagian investor mengambil sikap wait and see hingga situasi politik dan keamanan lebih jelas.
Pandangan serupa disampaikan Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama. Menurutnya, IHSG berpotensi bergerak lebih fluktuatif karena investor meningkatkan kehati-hatian menjelang demonstrasi.
Meski demikian, tekanan terhadap IHSG tidak sepenuhnya dapat dikaitkan dengan agenda demonstrasi. Pergerakan pasar saham juga dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari kondisi teknikal, rotasi sektor, aksi ambil untung, arus dana asing, nilai tukar rupiah, hingga sentimen makroekonomi dan global.
Tekanan Dinilai Bisa Bersifat Sementara
Pelaku pasar menilai dampak aksi demonstrasi terhadap IHSG akan sangat bergantung pada kondisi di lapangan.
Apabila demonstrasi berlangsung secara kondusif dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun keamanan, tekanan terhadap pasar saham diperkirakan bersifat sementara dan belum mengubah prospek fundamental pasar secara signifikan.
Investor juga disarankan mencermati pergerakan dana asing, nilai tukar rupiah, serta saham-saham berkapitalisasi besar untuk melihat perubahan tingkat risiko dan minat investor terhadap aset domestik.
Jika terjadi koreksi namun kondisi domestik tetap terkendali, pelemahan pasar dapat menjadi peluang bagi investor untuk melakukan pembelian secara bertahap pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat.
Dengan posisi IHSG yang kembali berada di sekitar level 6.400, perdagangan Kamis menjadi momentum penting bagi investor untuk melihat apakah indeks mampu bertahan di atas area support tersebut atau justru melanjutkan koreksi.
Untuk sementara, investor diperkirakan masih akan mengambil posisi hati-hati sambil mencermati perkembangan aksi demonstrasi dan berbagai sentimen domestik lainnya. (VCK)



