BISNISQUICK.COM – Lampung — Pengamanan superketat disiapkan Polda Lampung menjelang gelaran Ijtima Ulama Dunia 2025, sebuah acara keagamaan internasional yang diperkirakan menghadirkan puluhan ribu peserta dari berbagai negara. Sebanyak 1.612 personel gabungan resmi dikerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan.
Pengamanan dalam skala besar ini menjadi sorotan publik lantaran jumlah personel yang diterjunkan jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah event nasional lain. Menurut laporan resmi yang beredar di sejumlah media daerah, Polda Lampung telah memulai Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi pengamanan menyeluruh — mulai dari manajemen arus massa, rekayasa lalu lintas, hingga skenario keadaan darurat.
Pengerahan ribuan personel ini melibatkan unit-unit strategis, antara lain Brimob, Sabhara, Lalu Lintas, Intelkam, Reskrim, Ditpamobvit, serta dukungan TNI dan stakeholder daerah. Fokus pengamanan meliputi area utama lokasi acara, jalur kedatangan peserta internasional, penginapan, rumah ibadah, hingga titik-titik yang dianggap rawan kepadatan.
Selain personel darat, fasilitas kesehatan, posko terpadu, dan sistem komando terpusat juga disiapkan untuk mengantisipasi segala bentuk potensi ancaman — mulai dari kepadatan ekstrem, keamanan VIP, hingga mitigasi bencana. Pihak kepolisian menyebut bahwa skema pengamanan tahun ini “berskala internasional dan sangat kompleks,” mengingat cakupan peserta dari berbagai negara.
Ijtima Ulama Dunia 2025 sendiri diperkirakan menjadi salah satu acara keagamaan terbesar pada tahun ini, sehingga Lampung diproyeksikan menjadi pusat perhatian global. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh, termasuk pembenahan fasilitas transportasi serta peningkatan kapasitas akomodasi.
Dengan tingkat kerawanan yang perlu diantisipasi secara profesional, Polda Lampung menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara akan dikawal maksimal demi menjaga kenyamanan dan kekhusyukan peserta. Masyarakat setempat juga diimbau untuk mendukung kelancaran kegiatan dengan mematuhi rekayasa lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
Acara berskala internasional ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Lampung — mulai dari sektor pariwisata, UMKM, hingga hunian. (VAZ)



