PemerintahanUmum

Pabrik Infus Terbesar Kian Ekspansif, Gubernur Khofifah Dorong Substitusi Impor

358
×

Pabrik Infus Terbesar Kian Ekspansif, Gubernur Khofifah Dorong Substitusi Impor

Share this article
Dok. Humaspemprovjatim

BISNISQUICK.COM – PASURUAN, 28 April 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan fasilitas produksi line 4 milik PT Satoria Aneka Industri di Jalan Raya Kejayan–Purwosari KM 16, Sambisirah Selatan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/4). Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sektor farmasi, khususnya penyediaan cairan infus bagi rumah sakit di Jawa Timur dan nasional.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi atas ekspansi industri farmasi tersebut. Ia menilai kehadiran line produksi baru ini mampu menjamin ketersediaan cairan infus, terutama bagi 14 rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kita sangat menyambut baik, karena dari pabrik ini ada potensi kerja sama dengan 14 rumah sakit milik Pemprov Jatim untuk suplai infus,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas ini tidak hanya memastikan pasokan kebutuhan medis, tetapi juga mendukung sistem pelayanan kesehatan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Ia bahkan mendorong rumah sakit daerah menjadi pionir dalam pemanfaatan produk dalam negeri.

Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa Satoria Farma memiliki peran penting dalam mendorong substitusi impor di sektor farmasi. Upaya ini dinilai sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat industri manufaktur dalam negeri.

“Harapan kita, substitusi impor bisa terus diperluas. Apa yang dilakukan oleh Pak Alim Satria melalui Satoria Farma menjadi contoh nyata industri yang tumbuh dari daerah dan mampu bersaing,” jelasnya.

Ke depan, ia berharap operasional line 4 mampu meningkatkan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan cairan infus nasional, sekaligus menekan ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan kesehatan, khususnya dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

CEO dan Founder PT Satoria Aneka Industri, Alim Satria, mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada 2014, perusahaannya telah berkembang pesat. Dalam kurun waktu 12 tahun, Satoria Farma kini memiliki empat lini produksi dengan kapasitas mencapai 230 juta botol infus per tahun.

See also  Gubernur Khofifah Tekankan Mitigasi Dini Kemarau 2026 demi Stabilitas Produksi Pangan

“Pertumbuhan pasar infus di Indonesia sangat tinggi, dan kami mencatat pertumbuhan perusahaan sekitar 35 persen setiap tahun. Karena itu, ekspansi ini penting untuk memperkuat posisi kami,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawas Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, William Adi Teja, turut mengapresiasi pengembangan fasilitas tersebut. Ia menilai langkah ini akan memperkuat ketahanan farmasi nasional, dimulai dari pemenuhan kebutuhan cairan infus.

“Kami berharap perluasan ini dapat mendukung pemerintah dalam memastikan ketersediaan produk farmasi dalam negeri,” ujarnya.

Dengan hadirnya line 4 ini, Jawa Timur semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat industri farmasi nasional. Pemerintah optimistis kolaborasi antara sektor industri dan pemerintah akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus kesejahteraan masyarakat. (RNK)