BISNISQUICK.COM – KEBUMEN, 25 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi salah satu contoh pengembangan budidaya udang berbasis kawasan yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja.
Tambak budidaya udang berbasis kawasan tersebut memiliki luas sekitar 65 hektare dan telah menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal. Dari lahan tersebut, produksi udang dilaporkan mampu mencapai hingga 40 ton per hektare dengan harga jual di kisaran Rp70.000 per kilogram.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan sektor produktif seperti perikanan budidaya harus terus dipercepat karena memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta kontribusi terhadap devisa negara.
“Dalam bulan-bulan yang akan datang, kita akan mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif. Produktif artinya harus menciptakan lapangan kerja untuk rakyat, menghasilkan nilai tambah untuk devisa negara sekaligus meningkatkan penghasilan rakyat,” ujar Presiden.
Tekan Kebocoran Kekayaan Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan nasional agar tidak mengalami kebocoran yang merugikan negara.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar, namun pengelolaannya harus lebih optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Saya kembali tegaskan, bahwa Indonesia sungguh sangat kaya, tetapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Kebocoran ini harus kita hentikan,” tegasnya.
Presiden menyampaikan komitmennya untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekonomi nasional guna memastikan kekayaan negara tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, tetapi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.
Dorong Ekonomi Kerakyatan
Program budidaya udang berbasis kawasan di Kebumen ini dinilai menjadi salah satu model pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya lokal. Selain meningkatkan produksi perikanan, program ini juga mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal secara langsung.
Pemerintah menargetkan pengembangan proyek-proyek produktif serupa akan terus diperluas di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi peningkatan ketahanan pangan, ekspor perikanan, dan penciptaan lapangan kerja nasional. (YXA)



